Lombok Post

Thu04242014

Last update

Back Praya
Praya

Praya (200)

Selasa, 20 Maret 2012 15:49

Perampok Bersenpi Gasak Langko

Written by Administrator

Korban Dipukul Hingga Tersungkur, Polisi Olah TKP

PRAYA—Kawanan perampok bersenjata api (senpi) beraksi di Dusun Lowok, Desa Langko, Kecamatan Janapria, Sabtu dini hari lalu.  Dalam aksinya, perampok menggasak rumah milik HM Izzudin, 40 tahun warga setempat.
Dalam peristiwa ini, kawanan perampok menjarah sejumlah barang berharga milik korban. Diantaranya uang tunai Rp 25 juta. Emas 40 gram. Empat unit handphone serta beberapa surat berharga.
Saat kawanan rampok beraksi, korban tidak bisa berkutik karena salah seorang diantara pelaku menodongkan senjata api jenis FN ke arah korban.
Upaya perlawanan kecil yang dilakukan HM Izzudin bahkan  harus ditebus mahal. Pelaku memukul korban hingga luka robek di bagian kepala dan badan hingga tersungkur ke lantai.
Kapolres Loteng AKBP Budi Karyono melalui Kasubaghumas AKP Marbaiyono mengatakan, insiden ini berawal ketika korban dan keluarganya istirahat di dalam rumah sejak pukul 22.00 Wita.  
Sekitar pukul 00.30 Wita, korban mendengar suara pintu gerbang rumahnya dibuka paksa. Tidak lama setelah itu, giliran pintu depan rumah korban yang juga dibuka paksa. ‘’Setelah berhasil masuk ke dalam rumah korban, pelaku yang diperkirakan berjumlah 12 orang menyekap korban dan keluarganya. Setelah itu mereka menjarah harta benda korban dalam rumah,’’ terang Marbaiyono.
Awalnya, korban berusaha mempertahankan harta benda yang ingin dijarah para perampok. Karena para pelaku bermain keji dengan melukai korban, pemilik rumah akhirnya pasrah dan membiarkan barang-barangnya dijarah pelaku.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari korban, usai dirampok, pelaku kabur ke arah timur menuju Desa Braim, Kecamatan Praya Tengah.
Waktu itu, korban berteriak meminta pertolongan setelah pelaku kabur. Namun upaya tersebut tidak membuat masyarakat bisa mengejar dan menangkap pelaku yang melengkapi diri dengan senjata api. ‘’Begitu mendapat laporan ada perampokan, anggota Polsek Janapria turun ke TKP.  Tim dari Polres Loteng juga datang kesana untuk melakukan olah TKP,’’ terangnya.
Kasus perampokan di Desa Langko pada Sabtu dini hari lalu kini sedang diselidiki pihak kepolisian. Hasil olah TKP dan keterangan saksi, sedang didalami untuk membongkar siapa gerangan pelaku perampokan bersenpi tersebut.(aji)

Selasa, 20 Maret 2012 15:48

Kabinet Maiq Meres Disoal

Written by Administrator

PRAYA—Susunan kabinet pemerintahan Maiq Meres di level eselon II, III, dan IV mulai dipersoalkan. Hal tersebut terjadi karena beberapa pembantu (pejabat, Red) HM Suhaili FT dan HL Normal dianggap tidak bisa bekerja dengan baik.
Salah seorang anggota DPRD Loteng H Darmawan mengatakan, kabinet yang ditempatkan  Bupati dan Wakil Bupati Loteng di jajaran eselon II hingga IV perlu dievaluasi.
Berdasarkan pengamatan Politisi PKS ini, beberapa pejabat tidak berkompeten di bidangnya. ‘’Hal ini menjadi salah satu pemicu ketimpangan dan keterlambatan pembangunan di Loteng. Harus segera disikapi dengan cara perombakan. Menempatkan orang yang tepat di posisi masing-masing,’’ terang Darmawan dalam keterangan persnya pada Lombok Post.
Di mata Darmawan, pemerintahan Maiq Meres  memiliki visi dan misi yang jelas dalam membangun Lombok Tengah.  Bupati bahkan sering menyampaikan berbagai ide kreatif untuk kemajuan Loteng.
Salah satunya adalah program lembaga pemberdayaan masyarakat desa terpadu (Lemper Madu) serta program pengembangan kerakyatan berbasis masjid serta berbagai ide kreatif lainnya.
Sayangnya, beberapa ide kreatif Suhaili maupun Normal tidak bisa dijabarkan dan dilaksanakan dengan baik oleh pejabat di bawahnya.  
Hal tersebut berdampak pada adanya stagnasi pembangunan di Loteng. ‘’Bupati dan Wakil Bupasti Loteng pasti sudah tahu mana pejabat yang layak dan tidak layak. Kalau memang tidak berkompeten, silakan digusur dari kabinet Maiq Meres,’’ pintanya.
Sementara itu, ketua forum masyarakat pengawal pemerintah, H Abd Qadir Jaelani menyampaikan hal serupa. Ia kecewa dengan kinerja pejabat di bawah bupati dan wakilnya. ‘’Karena beberapa pejabat tidak becus dalam bekerja, bupati dan wabup yang kena getah. Persoalan kedinasan seharusnya diselesaikan pejabat bersangkutan. Tidak perlu  menggeret bupati dalam masalah tersebut,’’ terangnya.
Ketidakberesan beberapa pejabat dalam kabinet saat ini, harus segera disikapi pemerintah. Tempatkan pejabat sesuai kemampuan masing-masing. Abaikan unsur kedekatan dan balas jasa.(aji)


Jumat, 16 Maret 2012 15:45

Akses BIL Belum Tuntas

Written by Administrator

Kejanggalan Pembangunan Paket Sulin-Penujak I Mencuat

PRAYA-Meski operasional Bandara Internasional Lombok (BIL) sudah dimulai sejak Oktober tahun lalu, infrastruktur jalan untuk bandara ini masih belum tuntas seratus persen.
Buktinya, masih ada beberapa titik lahan di wilayah Labulia, Lombok Tengah, yang seharusnya jadi bahu jalan dan saluran, tak tersentuh pembangunan sama sekali. Ruas ini termasuk dalam item pembangunan Jalan Akses BIL 1 (Sulin-Penujak), dengan anggaran Rp 41 miliar lebih dari APBN 2011.
Paket jalan akses BIL I ini dikerjakan oleh PT Hutama Karya dan PT Citra Gading Asritama dalam bentuk joint operation atau kerja sama pembangunan, dengan nilai penawaran Rp 39 miliar lebih.
Balai Pelaksana Jalan Wilayah VIII selaku pemilik proyek pembangunan jalan itu menyebut, tertundanya pembangunan bahu jalan dan saluran di bawahnya karena tanah tersebut belum dibebaskan. ‘’Karena belum bebas jadi tidak ada di item pekerjaan paket tersebut,’’ kata Burhanudin, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I NTB.
Namun, aroma ‘’tidak sedap’’ tercium dalam proyek jalan nasional ini. Sejumlah kejanggalan disebut-sebut muncul dalam paket tersebut. Termasuk terlambatnya penyelesaian pekerjaan dari kontrak akhir per 31 Desember 2011. Sumber Lombok Post menyebut paket jalan tersebut baru kelar Februari lalu.
‘’Karena tanahnya memang baru bebas akhir Desember. Terutama yang paket pekerjaan bahu jalan dan saluran itu. Itu pun tidak semuanya. Yang dibangun hanya yang dikerjakan PT HK. Sementara Citra Gading tidak sama sekali,’’ ujarnya.
Sumber ini menyebut, kalaupun ada tanah yang belum dibebaskan mestinya anggaran untuk item pekerjaan (bahu jalan dan saluran, Red) tidak masuk dalam paket tersebut. ‘’Ini kan tidak. Dalam paket itu pekerjaan tersebut tetap masuk. Katanya ada perubahan di kontrak saat pekerjaan berlangsung. Selain itu, kalau memang belum dibebaskan mengapa tanah itu sudah ditimbun. Ini kan jelas merugikan. Yang rugi bisa kontraktor atau negara. Logikanya kalau tidak masuk item pekerjaan jelas tidak dibayar. Apa iya kontraktor mau rugi. Kalau itu dibayar jelas negara yang rugi. Ini perencanaan yang lemah. Belum dibebaskan kok dianggarkan,’’ tandasnya.
‘’Ini belum bicara soal denda keterlambatan proyek. Saya hitung mungkin lebih dari sebulan proyek ini terlambat penyelesaiannya. Bagaimana dendanya. Karena itu sudah diatur dalam Perpres 54 2010. Tapi ini kok tenang-tenang saja. Jelas harus ada pihak yang mengusut soal yang satu ini,’’ tambahnya.
Sementara itu, terkait tudingan kejanggalan tersebut, Burhanudin membantahnya. Menurutnya, tidak dibangunnya sebagian bahu jalan dan saluran di paket Sulin-Penujak I itu murni karena pembebasan lahan yang belum tuntas. Kata dia, memang ada surat kesanggupan pembebasan lahan dari Pemkab Loteng, namun sampai anggaran pembangunan jalan turun dan proyek dikerjakan tanah tersebut belum dibebaskan.
Bur-saapan akrabnya- mengklaim pekerjaan tersebut dikerjakan tepat waktu. ’’Tuntas per 31 Desember 2011. Jadi tidak ada denda yang dikenakan ke kontraktor,’’ klaimnya.
Di sisi lain, belum dibangunnya bahu jalan dan saluran di ruas ini berdampak pada masyakat di sekitar Labulia. Kini kondisi rumah warga berada di bawah permukaan jalan dan tidak dibatasi apapun. ‘’Kemarin pas hujan air dari jalan masuk ke rumah karena tidak ada yang menahan. Kita minta pemerintah perjelas status lahan kita ini. Karena sudah ditimbun batu dan tanah jadi tidak bisa dipakai,’’ ungkap seorang warga. (aji/guh)

Pemerintah hanya dapat 10 persen dari Wisma dan Tastura

PRAYA—Untuk kali pertama sejak pemerintahan HM Suhaili FT dan HL Normal Suzana, Pemkab Loteng menandatangani kerjasama dengan pihak  investor.  Penandantangan kerjasama tersebut berlangsung di pendopo Bupati Loteng, kemarin.
Kerjasama dibangun oleh Pemkab Loteng dengan PT Aero Wisata dan PT Gunung Lawoe Mercu Buana (GLMB).  Kerjasama tersebut di bidang pariwisata dan perikanan. Kerjasama dengan PT Aero Wisata berkaitan dengan pengelolaan Wisma Mandalika dan Hotel Tastura.
Sedangkan kerjasama dengan PT GLMB terkait pengelolaan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) di Teluk Awang.
Penandatanganan kerjasama berupa memorandum of understanding (MoU) dilakukan HM Suhaili FT. Dari pihak PT Aero Wisata dilakukan Anton Partono selaku Direktur Hotel dan Resort  PT Aero Wisata.
Sedangkan MoU dengan PT GLMB ditandatangani Presiden Direktur PT GLMB Rusdiyono Yusuf Susbandhi Nitiatmodjo.
Pada nota kesepakatan yang ditandatangani kemarin, PT Aero Wisata akan mengelola Wisma Mandalika dan Hotel Tastura selama  25 tahun.
Kontrak  kerjasama akan diperbaharui setiap lima tahun. Sedangkan kerjasama dengan PT GLMB dilakukan selama 25 tahun. Setelah itu akan diperpanjang sesuai aturan yang berlaku.
Penandatanganan MoU antara Pemkab L*oteng dengan dua investor siang kemarin, dihadiri Direksi PT Aero Wisata dan Direksi PT GLMB, Ketua DPRD Loteng HM Yusuf Shaleh, unsur Forkofinda, pejabat Pemkab Loteng, dan pihak terkait lainnya.
Direktur PT Aero Wisata Alex Maniklarang yang dikonfirmasi wartawan usai penandatanganan MoU mengatakan,   kerjasama pengelolaan  Wisma Mandalika  dan Hotel Tastura akan menggunakan konsep bagi hasil. 
Di dua lokasi yang akan dikelola, PT Aero Wisata mengeluarkan kost  untuk melengkapi sarana dan parasana yang masih kurang.
Khusus untuk Wisma Mandalika,  PT Aero Wisata akan melakukan finishing fisik wisma sampai siap dioperasikan.
Jika tidak ada halangan, proses finishing fisik wisma akan dimulai April mendatang. Untuk proses finishing wisma,  PT Aero wisata menyiapkan dana sekitar Rp 7 miliar. ‘’Wisma Mandalika akan kami  jadikan penginapan atau hotel berbintang tiga.  Dikerjakan selama enam bulan dan mudahan pada September sudah mulai buka. Mudahan semuanya berjalan lancar,’’  terangnya.
Sedangkan untuk pengembangan  Tastura,  tahun 2012 ini PT Aero Wisata akan menyediakan dana sebesar Rp 3 miliar. Dana tersebut dipergunakan memperbaiki interior dan lainnya.  
Pada tahap awal  tahun ini, PT Aero Wisata tidak akan menambah kamar. Baru pada tahun 2013 nanti, investasi di Hotel Tastura akan dilakukan besar-besaran. Salah satunya penambahan kamar.
Perbaikan di Hotel Tastura diperkirakan berlangsung selama sembilan bulan. Perbaikan dilakukan di sela-sela operasi. Dengan demikian,  operasisonal Hotel Tastura tidak terganggu.
Ditanya mekanisme kerjasama yang dibangun PT Aero Wisata dengan Pemkab Loteng,  Alex menjelaskan, pihaknya menggunakan sistim sewa bagi hasil. 
Pemkab Loteng mendapat 10 persen dari laba pengelolaan Wisma Mandalika dan Hotel Tastura. Hasil pengelolaan sebanyak 10 persen akan disetorkan setiap tahun.
Penentuan besaran angka 10 persen dari hasil pengelolaan yang diterima pemerintah,  dilakukan atas dasar hasil audit keuangan pengelolaan Wisma Madalika dan Hotel Tastura yang dilakukan akuntan publik.
Sementara itu, Presiden Direktur PT GLMB Rusdiyono Yusuf Subandhi Nitiadmodjo mengataka, pihaknya menyiapkan  dana sekitar Rp 1,5 triliun untuk  investasi di PPN Awang.
Dana sebesar itu akan dipergunakan untuk menuntaskan pembangunan pelabuhan,  pembangunan SPBU, pabrik pengolahan ikan, pembinaan nelayan, dan penyediaan infrastruktur di PPN Awang. ‘’Proses pembangunan di PPN Awang akan memakan waktu sekitar 18 bulan. Proyek  fisik akan dimulai sekitar Juni atau Juli nanti,’’ terangnya.
Usai penandatangan MoU dengan Pemkab Loteng,  PT GLMB akan menyusun design ulang PPN Awang. Proses redesign ditaksir memakan waktu antara dua sampai tiga bulan. Setelah itu dilanjutkan dengan kegiatan fisik.
Di PPN Awang,  PT GLMB akan memberdayakan kelompok nelayan lokal. Kelompok nelayan akan disediakan kapal tangkap modern. 
Selain itu, PT GLMB akan membangun pabrik pengolahan ikan yang diperkirakan  menyerap sekitar seribu lebih tenaga lokal.
Dalam sehari, ikan olahan yang akan dihasilkan PT GLMB sekitar 200 ton. Hasil ikan olahan akan diedarkan di dalam dan luar negeri. Negara tujuan ekspor hasil olahan ikan di Awang tertuju ke Amerika dan Eropa.
Sementara itu, Bupati Loteng HM Suhaili FT menyambut baik komitmen dua  investor yang akan berinvestasi di loteng. Kehadiran keduanya  diharapkan bisa lebih memacu pertumbuhan pembangunan di Loteng.
Dikatakan Suhaili,  potensi Loteng saat ini belum dikembangkan maksimal. Kehadiran pihak ketiga diharapkan bisa mempercepat pembangunan di Loteng.  (aji)

Rabu, 14 Maret 2012 14:32

UPT Dikpora Kopang Hangus

Written by Administrator

Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah

PRAYA—Kantor Unit Pengelola Teknis (UPT) Dikpora Loteng, Kecamatan Kopang hangus dilalap api pada Senin  malam sekitar pukul 20.00 Wita. 
Bangunan kantor hangus. Begitu juga arsip serta barang eletronik di dalamnya. Akibat peristiwa ini, UPT Dikpora Kopang ditaksir merugi hingga ratusan juta.
Sejauh ini, belum diketahui sumber api yang memicu kebakaran. Namun dugaan awal menyebutkan, kebakaran awal terjadi karena adanya arus pendek. 
Kobaran api pertama kali melahap bagian atas bangunan UPT Dikpora.  Setelah itu merembet ke bagian bawah.
Akibat kebakaran  tersebut, sebagian arsip penting di UPT setempat tidak bisa diselamatkan. Satu unit komputer, TV 14 inci, mesin fotocopy, dan uang tunai sebesar Rp 3 juta turut ludes dilalap api.
Insiden kebakaran di UPT Dikpora Kopang yang terletak di Dusun Bajoh, Desa Kopang Rembiga, pertama kali diketahui warga sekitar.
Saat itu, salah seorang warga mendengar suara pecahan kaca yang meleleh tersambar api.  Tidak lama setelah itu, warga mendengar suara gaduh di bagian atap bangunan yang mulai runtuh.
Melihat api yang berkobar di kantor UPT Dikpora Kopang, warga berteriak meminta pertolongan. Dalam sekejap, puluhan warga berkumpul.
Beberapa warga berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun hal tersebut tidak membuahkan hasil karena api sudah terlalu besar dan nyaris mengepung semua sisi ruangan UPT Dikpora Kopang.
Tim pemadam kebakaran yang tiba satu jam setelah kejadian, tidak mampu langsung menjinakkan api  yang membumbung tinggi.   Kobaran api baru bisa dijinakkan  satu jam kemudian. Waktu dipadamkan, kondisi bangunan UPT serta barang di dalamnya sudah hangus.
Kapolres Loteng AKBP Budi Karyono melalui Kasubaghumas AKP Marbaiono membenarkan peristiwa terbakarnya kantor UPT Dikpora Kopang pada Senin malam.  ‘’Pukul 22.30 Wita ada laporan yang masuk ke bagian penjagaan. Tim dari Polres Loteng langsung turun dan memasang police line setelah api padam. Malam itu juga kami melakukan olah TKP,’’ terangnya.
Ditanya penyebab kebakaran yang menghanguskan UPT Dikpora Kopang Marbaiono menyebutkan, hal tersebut belum bisa diketahui.
Pemicu kebakaran masih diselidiki. Namun dugaan sementara, kebakaran terjadi karena arus pendek listrik.
Terpisah, Kadis Dikpora Loteng HL Irwan Hawari mengatakan, terbakarnya kantor UPT Dikpora Kopang pada  Senin malam, membuat kantor tersebut tidak bisa dipergunakan lagi sebagai pusat pelayanan bidang pendidikan di Kecamatan Kopang. ‘’Untuk sementara, pelayanan di UPT Dikpora Kopang dipindah ke Aula SDN 1 Kopang.  Pemanfaatan aula di SDN 1 Kopang bersifat sementara supaya pelayanan tidak tersendat,’’  jelasnya.
Pembangunan kantor UPT Dikpora Loteng yang terbakar pada Senin malam, akan diupayakan secepatnya.
Dikpora Loteng akan mengusulkan  dana pembangunan pada perubahan APBD 2012 mendatang.
Beberapa saat setelah kebakaran, sempat muncul usulan pembangunan kantor dengan memotong gaji guru di Kecamatan Kopang. Usulan tersebut ditolak karena dianggap menyalahi aturan. Apalagi konon, tak sedikit guru yang gajinya min.(aji)


Rabu, 14 Maret 2012 14:30

Ratusan Guru Terima Sertifikat Sertifikasi

Written by Administrator

PRAYA—Sekitar 710 guru se Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) yang lulus sertifikasi kuota tahun 2011, menerima sertifikat di Wisma Mandalika, kemarin.  
Sertifikat tersebut di keluarkan Universitas Mataram. Selain pemberian serifikat, kegiatan ini dirangkaikan dengan wisuda ratusan guru yang lulus sertifikasi.
Acara penyerahan serifikat dan wisuda di Aula Wisma Mandalika kemarin, dihadiri Wakil Bupati  Loteng HL Normal Suzana, Kadis Dikpora Loteng HL Irwan Hawari, Pejabat Dikpora Loteng, dan pihak terkait lainnya.
Wakil Bupati Loteng HL Normal Suzana mengatakan,  guru yang telah menerima sertifikat sertifikasi diharapkan bekerja lebih professional.
Dalam sertifikat yang diserahkan ke ratusan guru, tertera tulisan bahwa guru yang bersangkutan merupakan guru profesional. ‘’Sudah ada pengakuan resmi dari institusi berwenang kalau penerima sertifikat adalah guru profesional.  Sertifikat diterbitkan melalui tahapan dan seleksi yang sudah ditentukan,’’ terangnya.
Bagi guru yang  telah memperoleh sertifikat, HL Normal Suzana tidak ingin mereka bekerja setengah-tengah di sekolah. Kinerja dalam mengajar wajib ditingkatkan.
Tidak lagi menjadikan pekerjaan sebagai guru menjadi profesi sampingan. ‘’Bekerja yang tekun dan giat. Tugas sebagai guru sangat mulia.  Kalau pekerjaan utama sudah dijalankan dengan baik, baru boleh mengerjakan yang lain,’’ pintanya.
Seperti diketahui,  guru yang telah lulus sertifikasi akan mendapat tunjangan satu kali gaji pokok setiap bulan. Bertambahnya penghasilan bagi guru penerima sertifikasi, diharapkan bisa menjadi motifasi khusus dalam menjalankan kewajiban di kelas maupun luar kelas.
Sementara itu, Kepala Dinas Dikpora Loteng HL Irwan Hawari mengatakan, sebanyak 710 guru yang telah menerima serifikat pada Selasa siang, akan mulai dibayar tunjangan serifikasinya sejak Januari 2012.  
Hanya saja, proses pembayaran belum bisa dilakukan karena masih menunggu SK dari Kemendiknas.
Hl Irwan Hawari tidak berani memastikan kapan SK dari Mendiknas keluar. Namun diupayakan secepatnya. 
Setelah SK keluar, pembayaran tunjangan sertifikasi akan dirapel terhitung sejak Januari 2012.(aji)




Selasa, 13 Maret 2012 15:12

Dewan Mulai Geram

Written by Administrator

Lamban Revisi Perda, Banleg Deadline Eksekutif

PRAYA—DPRD Loteng rupanya mulai geram dengan sikap pemerintah daerah yang tidak kunjung mengajukan revisi Perda Nomor 3 tahun 2008 tentang struktur organisasi dan kelembagaan Pemkab Loteng. 
Sejak tahun lalu, DPRD Loteng sudah mendorong Perda tersebut untuk direvisi. Namun hingga kini, revisi Perda tidak kunjung diajukan ke DPRD Loteng.
Menyikapi tarik ulur revisi Perda Tiga, anggota DPRD Loteng yang tergabung dalam anggota Badan Legislasi (Banleg) menggelar pertemuan, siang kemarin.
Dalam pertemuan itu, Banleg sepakat mendorong pemerintah supaya revisi Perda tiga segera diajukan. Kalau tidak, legislatif mengancam akan mengambil alih revisi Perda Tiga. ‘’Di Banleg kami sudah sepakat memberikan dead line selama seminggu kepada pemerintah daerah. Kalau revisi tidak diajukan setelah seminggu, revisi Perda akan diambil alih DPRD Loteng.  Kita akan menggunakan hak inisiatif,’’ terang anggota Banleg DPRD Loteng Isrok usai rapat Banleg di DPRD Loteng.
Menurut  Politisi PBB ini, revisi Perda 3 bukan sesuatu yang sangat sulit. Pemerintah telah memiliki konsep revisi Perda tiga.
Namun rupanya, pemerintah selalu berjanji tanpa ada realisasi yang jelas. ‘’Kami sudah lelah menunggu revisi perda tiga diserahkan ke DPRD Loteng. Tapi sampai hari ini belum ada juga,’’ terangnya.
Informasi terakhir yang diterima Isrok,  eksekutif belum bisa mengajukan revisi Perda Tiga ke DPRD Loteng lantaran adanya perubahan aturan pemerintah pusat.
Hal tersebut sebenarnya tidak perlu dijadikan kendala karena revisi Perda tiga bersifat mendesak.
Mendesaknya revisi Perda Tiga terjadi karena saat ini belanja tidak langsung di Loteng sangat tinggi. Revisi Perda yang akan berdampak pada perampingan organisasi tentu akan bisa menghemat belanja pegawai. 
Setelah revisi Perda Tiga, pemerintah diperkirakan bisa menghemat anggaran belanja pegawai hingga Rp 4 miliar setiap tahun.
Seperti dilansir koran ini sebelumnya, berdasarkan draf revisi Perda Tiga yang  sudah disusun Pemkab Loteng, akan terjadi perampingan jabatan struktural besar-besaran di Loteng.
Dari sekitar 1.200 jabatan struktural di Loteng saat ini, yang akan disisakan hanya sekitar 800 jabatan struktural. Terjadi pengurangan sekitar 300 jabatan struktural di Loteng.
Sementara itu, Kabaghumas dan Protokol Setda Loteng M Suhardi yang dikonfirmasi hal tersebut mengatakan, pemerintah (eksekutif, Red) menyambut baik semangat DPRD mendorong percepatan revisi Perda Tiga. ‘’Sekali-kali dewan memang perlu melakukan gebrakan seperti itu.  Tapi sebelumnya, eksekutif dan legislatif perlu duduk bareng terkait pemberian deadline oleh Banleg,’’ saran dia.
Informasi terakhir yang diperoleh M Suhardi dari Asisten III Setda Loteng menyebutkan, revisi Perda Tiga kini masih dalam kajian akademis. Belum diketahui secara pasti kapan kajian akademis yang melibatkan pihak Unram akan rampung.(aji)

Selasa, 13 Maret 2012 15:10

PKK Maksimalkan Peran Pemberdayaan

Written by Administrator

PRAYA—Tim penggerak PKK Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) terus berupaya memaksimalkan perannya di tengah masyarakat.
Peran yang kini sedang serius digarap adalah pemberdayaan kepada masyarakat. Terutama pemberdayaan kepada  perempuan.
Tugas ini bukan sesuatu yang mudah. Karena itu, tim penggerak PKK Loteng melakukan berbagai terobosan dan menggandeng berbagai pihak untuk mewujudkan peran itu. Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Loteng Hj Bq Irma Suhaily pada acara peringatan Hari Gerak PKK tahun 2012 di komplek Pendopo Bupati Loteng, kemarin.
Peringatan Hari Gerak PKK di Loteng siang kemarin, dihadiri ketua tim penggerak PKK  Provinsi NTB Hj Rabatul Adawiyah Majdi,  Bupati Loteng HM Suhaili FT, pengurus tim penggerak PKK Loteng, sejumlah pejabat Pemkab Loteng, unsur Forkopinda dan pihak terkait lainya.
Dikatakan Hj Bq Irma Suhaily,  mengingat beratnya tugas pemberdayaan yang kini sedang dilakukan PKK Loteng, Hj Bq Irma Suhaily berharap supaya pemerintah daerah mendukung penuh kegiatan PKK Loteng. ‘’Kami sangat berharap dukungan dan bimbingan dari semua pihak. Termasuk bimbingan dari tim penggerak PKK Provinsi NTB,’’ pintanya.
Pada peringatan Hari Gerak PKK siang kemarin, Hj Bq Irma Suhaily mengajak semua kadernya untuk memanfaatkan hal tersebut sebagai ajang intropeksi.  Dengan demikian, pelaksanaan program PKK ke depan akan semakin terarah. ‘’Kita gunakan kesempatan ini untuk mengevaluasi sudah sejauh mana keberhasilan program yang tim penggerak PKK Loteng.  Apa saja yang  belum dilakukan. Dimana letak kekurangannya,’’ terangnya.
Sementara itu, ketua dewan penyantun PKK Loteng HM Suhaili FT mengatakan, PKK diharapkan bisa membantu pemerintah dalam menyukseskan program pembangunan.  Terutama dalam peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) di Loteng.
Seperti diketahui terang HM Suhaili FT, Loteng memiliki penduduk terbanyak kedua setelah Lotim di Provinsi NTB.  
Dari jumlah penduduk Loteng saat ini,  rasio penduduk perempuan lebih banyak ketimbang laki-laki.
Kalau penduduk yang banyak tidak bisa diberdayakan dengan baik, tentu hal itu akan menjadi persoalan dalam pembangunan.
Disanalah peran PKK untuk memberdayakan  masyarakat.
‘’Saya senang karena kini banyak perempuan di Lombok Tengah yang sudah kreatif.  Terutama ibu-ibu PKK. Sudah bisa mengolah berbagai jenis makanan. Misalnya, mengolah bongkol pisang menjadi kerupuk,’’ terangnya.
Pemberdayaan yang dilakukan PKK Loteng diharapkan tidak sebatas pada mewujudkan perempuan Loteng yang kreatif.
Yang tidak kalah penting,  PKK  Loteng harus berupaya meningkatkan SDM masyarakat Loteng dalam berbagai bidang.(aji)


Jumat, 09 Maret 2012 18:42

Begal Batujai Diringkus

Written by Administrator

PRAYA—Salah seorang pelaku pembegelan di kawasan Bendungan Batujai, diamankan aparat Senin lalu. Burhanudin, 20 tahun, demikian begal biang resah, warga Slanglet, Desa Batujai, Kecamatan Praya Barat, diamankan Tim Buru Sergap (Buser) Polres Loteng di rumahnya.
Dari tangan Burhanudin polisi menyita barang bukti berupa sepeda motor  hasil begalan di Bendungan Batujai dan sebilah senjata tajam yang dipergunakan untuk beraksi.
Kapolres Loteng AKBP Budi Karyono melalui Kasatreskrim IPTU Yerimias mengatakan, Burhanudin terlibat dalam aksi pembegalan pada Minggu sore  di kawasan Bendungan Batujai.
Waktu itu, dua pasangan muda mudi yang berasal dari Praya menjadi korban. Sepeda motor korban dirampas setelah ditodong senjata tajam.
Selain itu dua unit HP milik korban turut dibawa kabur Burhanudin. Setelah kejadian tersebut, korban melapor ke Mapolres Loteng.
Berdasarkan keterangan pelapor dan berbagai saksi di sekitar TKP, polisi berhasil mengindentifikasi identitas pelaku.
Sebelum 1 x 24 jam, tepatnya pada Senin sore, Burhanudin diburu ke rumahnya. Ia tidak bisa mengelak dari kejaran polisi.
Terlebih saat itu polisi menemukan barang bukti satu unit sepeda motor hasil pembegalan. ‘’Penangkapan Burhanudin sedang kita kembangkan. Selama ini cukup banyak kasus pencurian dengan tidak kekerasan di kawasan Bendungan Batujai,’’ terang IPTU Yerimias.
Sejauh ini, Polres Loteng belum bisa memastikan sudah berapa  korban yang dibegal  Burhanudin di Bendungan Batujai.
Hal tersebut masih terus didalami.  Melalui keterangan Burhanudin, pelaku lain yang sering beraksi di Batujai diharapkan bisa dibongkar.
Dikatakan IPTU Yerimias, maraknya aksi curas di kawasan Bendungan Batujai mendapat atensi khusus dari pihak kepolisian.
Bendungan Batujai merupakan salah satu objek wisata di Loteng. Kerawanan di bendungan tersebut kerap dikeluhkan masyarakat.
Dengan ditangkapnya salah seorang pelaku curat yang beraksi di kawasan Bendungan Batujai, pihak kepolisian berharap Bendungan Batujai bisa lebih kondusif. 
Bisa memberikan kenyamanan bagi semua masyarakat yang berwisata kesana. Terutama masyarakat lokal dari berbagai penjuru di Pulau Lombok.(aji)

Jumat, 09 Maret 2012 18:39

Pemulung Musiman Bermunculan

Written by Administrator

PRAYA—Pemulung musiman di Lombok Tengah (Loteng) khsususnya di Kota Praya terus bermunculan. 
Pemulung musiman biasanya mencari  sampah plastik dan sampah kertas. Misalnya, plastik bekas botol atau gelas air minuman kemasan dan minuman bersuplemen.
Pemulung musiman di Loteng terdiri dari berbagai golongan. Salah satunya, para ibu rumah tangga yang berasal dari sekitar Praya.
Bahkan ada beberapa honor pasukan kuning yang juga merangkap pemulung musiman.
Profesmi sebagai pemulung tidak dijadikan sebagai kegiatan utama. Melainkan hanya sebagai sampingan. Supaya ada uang tambahan untuk membeli kebutuhan rumah tangga. ‘’Beginilah cara kami mencari uang tambahan untuk mencukupi kebutuhan hidup.  Saya tidak punya pendidikan tinggi.  Tidak banyak yang bisa dikerjakan. Jadi pemulung tidak masalah yang penting halal,’’ terang Mariam, warga Kelurahan Panji Sari, ketika ditemui Lombok Post di depan  tempat pembuangan sampah sementara (TPS) di depan Kemenag Loteng.
Dikatakan Mariam,  karena bukan profesi utama, ia hanya pergi mencari sampah  ekonomis pada waktu senggang. Misalnya, ketika tidak ada pekerjaan di rumah. Sebagai masyarakat yang tergolong kurang berada, Mariam terkadang sering menjadi buruh tani. ‘’Banyak teman yang menjadi pemulung musiman seperti saya. Kami datang ke TPS yang satu ke TPS lainnya untuk mencari sampah yang bisa dijual,’’ ujarnya.
Selain mendatangi TPS, Mariam dan beberapa rekan pemulungya biasanya mencari lokasi rapat, pertemuan atau selamatan di sekitar Praya.
Mereka mencari gelas air minuman yang tercecer. ‘’Hasilnya tidak seberapa. Sampah dikumpulkan dulu. Kalau sudah agak banyak baru kami jual,’’ terangnya.
Menanggapi hal itu, anggota Konsorsium LSM Loteng Saeful Muslim mengatakan, munculnya pemulung musiman di Praya merupakan salah satu tantangan berat bagi pemerintah.
Pekerjaan sebagai pemulung membutuhkan mental serta kerja keras. Hasilnya tidak sebanding dengan apa yang dilakukan pemulung. ‘’Program berbasis pemberdayaan harus lebih diperbanyak pemerintah. Terutama di pusat kota. Masyarakat kota tidak butuh infrastruktur yang bagus karena memang kondisinya sudah lumayan. Yang paling penting adalah pemberdayaan,’’ ujar Saeful Muslim.
Dengan adanya program pemberdayaan yang jelas, Saeful yakin masyarakat kota yang tidak berdaya bisa mandiri. Minimal bisa menggeluti kerajian atau usaha tertentu karena dorongan dan dukungan pemerintah.(aji)




JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL