Lombok Post

Sat04192014

Last update

Back Home
Rabu, 14 Maret 2012 14:46

Rintis Rute Penerbangan Baru Featured

BIL Target BEP 2015

MATARAM-Pembukaan rute penerbangan baru untuk mendongkrak angka kunjungan wisata ke NTB terus diupayakan Pemprov NTB. Salah satu rute baru yang diperkirakan akan dimulai April mendatang adalah Lombok-Makassar. Maskapai penerbangan Trans Nusa bersedia membuka jalur ini.
‘’Sulawesi Selatan dan Provinsi NTB memiki keterkaitan sejarah. Masa-masa sebelumnya juga ada direct flight yang melayani rute ini,’’ ungkap Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Ridwan syah.
Beberapa jalur baru juga terus digenjot, di antaranya menghidupkan kembali rute Lombok-Jogjakarta, Lombok-Balikpapan, serta konektifitas antara Provinsi NTB dan NTT dengan penerbangan langsung. ‘’Kita sudah bersurat meminta agar rute ini dibuka,’’ jelas pria berkumis ini.
Pihak PT Angkasa Pura (AP) I selaku pengelola Bandara Internasional Lombok (BIL) juga ikut memperjuangkan penambahan jumlah penerbangan dan pembukaan rute-rute penerbangan baru dari BIL maupun sebaliknya. Salah satu maskapai baru yang akan terbang di NTB adalah Air Asia. Ditargetkan, Air Asia mulai beroperasi pertengahan 2012. Target PT AP I ini lebih cepat dari perkiraan Pemprov NTB yang menginformasikan Air Asia akan beroperasi Oktober mendatang.
General Manajer BIL Pujiono optimistis, jumlah penerbangan di BIL akan semakin meningkat dari tahun ke tahun. Bahkan, Pujiono menargetkan, BIL bisa mencapai break even point (BEP) atau bisa menutupi biaya operasional sendiri pada 2015 mendatang. ‘’Banyak pembenahan-pembenahan yang sudah kami lakukan. Tentu ini secara bertahap,’’ ungkapnya saat menerima kunjungan wartawan Pemprov NTB, kemarin.
Saat awal pengoperasian BIL, I Ketut Erdi Nuke selaku GM menerangkan, di masa awal beroperasi, BIL tidak akan mencetak keuntungan, bahkan diperkirakan, angka kerugian diperkirakan masih cukup besar. Saat bandara Selaparang masih dioperasikan, PT AP I harus nombok biaya operasional Rp 2 miliar hingga Rp 3 miliar per tahun. Biaya operasional Bandara Selaparang sekitar Rp 35 miliar per tahun, sedangkan pendapatan yang diperoleh hanya sekitar Rp32 miliar. Pendapatan ini bisa dicapai ketika jumlah penumpang yang menggunakan jasa penerbangan melalui Bandara Selaparang mencapai 1,4 juta lebih pada 2010, dari kapasitas tampung 800 ribu orang lebih atau kelebihan jumlah (overload). Keuntungan pengelolaan BIL dapat dicapai jika jumlah penumpang melebihi dua juta orang.
Terkait perpanjangan landasan, Pujiono belum bisa memberikan kepastian. Direksi PT AP I masih terus melakukan koordinasi dengan pemerintah mengenai berbagai hal. Sehingga dalam waktu dekat, informasi mengenai perpajangan landasan BIL yang sudah mendapat persetujuan Presiden SBY saat meresmikan BIL ini bisa dilaksanakan.
Hal senada juga diungkapkan Juru Bicara Pemprov NTB Lalu Moh. Faozal terkait sejumlah pembenahan yang dilakukan pengelola BIL. Diakui sejumlah kemajuan ditunjukkan BIL dibawah komando Pujiono. Sehingga kondisi BIL jauh lebih baik dibandingkan pada saat awal operasional. ‘’Soal kebersihan sudah jauh lebih baik,’’ ungkapnya.(mni)

Login to post comments